Sejarah Masjid Agung Demak
Masjid
Agung Demak adalah
salah satu masjid tertua
yang ada di Indonesia. Masjid ini terletak di Kampung Kauman,
Kelurahan Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten
Demak, Jawa Tengah.
Bangunan bersejarah mempunyai nilai historis yang dapat
memberikan kesan tersendiri ketika dikunjungi. Bangunan dengan tekstur yang
eksotis karena rusak oleh waktu namun tetap berdiri kokoh menjadi sebuah daya
tarik wisata yang menarik untuk kilas balik ke masa lampau.
Demak selama ini dikenal dengan sebutan kota santri memiliki sebuah bangunan bersejarah dalam perkembangan islam di nusantara yakni Masjid Agung Demak. Masjid ini dahulu menjadi tempat berkumpulnya para wali songo yang menyebarkan agama islam di bumi nusantara. Para ulama atau yang lebih dikenal dengan sebutan wali, melakukan pembahasan untuk menyebarkan agama islam disalah satu masjid tertua di Indonesia ini.
Masjid Agung Demak terbuat dari kayu jati yang ditopang oleh empat buah tiang kayu raksasa atau saka guru. Keempat saka ini konon dibuat oleh para wali songo. Saka sebelah tenggara dibuat oleh Sunan Ampel, Sebelah barat daya dibuat Sunan Gunung Jati, barat daya oleh Sunang Bonang dan sebelah timur laut merupakan sumbangan Sunan Kalijaga.
Saka yang dibuat sunan Kalijaga berbeda dengan Sunan lainnya, potongan balok yang telah disusun lalu diikat menjadikannya (saka tatal) berbeda dengan saka persembahan sunan-sunan lainnya. Pada serambi depan masjid terdapat delapan buah tiang yang merupakan bangunan tambahan dari jaman Adipati Yunus (Pati Unus).
Serambi depan Masjid Agung Demak berbentuk bangunan terbuka dengan tiang-tiang ukiran yang memiliki bentuk menarik sebagai penyangganya. Disana juga terdapat dua bedug dengan ukuran 3,5 x 2,5 m. Masjid dengan arsitektur nusantara yang khas ini mempunyai atap limas bersusun tiga yang berbentuk segitiga sama kaki. Atap masjid berbentuk limas ini memiliki makna yaitu bahwa seorang beriman perlu menapaki tiga tingkatan penting dalam keberagamaannya, yaitu : iman, islam, dan ihsan.
Bagian pintu masjid memiliki lima buah pintu yang bermakna rukun islam yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Sementara rukun iman tercermin dari jendela masjid yang memiliki enam buah jendela.
Demak selama ini dikenal dengan sebutan kota santri memiliki sebuah bangunan bersejarah dalam perkembangan islam di nusantara yakni Masjid Agung Demak. Masjid ini dahulu menjadi tempat berkumpulnya para wali songo yang menyebarkan agama islam di bumi nusantara. Para ulama atau yang lebih dikenal dengan sebutan wali, melakukan pembahasan untuk menyebarkan agama islam disalah satu masjid tertua di Indonesia ini.
Masjid Agung Demak terbuat dari kayu jati yang ditopang oleh empat buah tiang kayu raksasa atau saka guru. Keempat saka ini konon dibuat oleh para wali songo. Saka sebelah tenggara dibuat oleh Sunan Ampel, Sebelah barat daya dibuat Sunan Gunung Jati, barat daya oleh Sunang Bonang dan sebelah timur laut merupakan sumbangan Sunan Kalijaga.
Saka yang dibuat sunan Kalijaga berbeda dengan Sunan lainnya, potongan balok yang telah disusun lalu diikat menjadikannya (saka tatal) berbeda dengan saka persembahan sunan-sunan lainnya. Pada serambi depan masjid terdapat delapan buah tiang yang merupakan bangunan tambahan dari jaman Adipati Yunus (Pati Unus).
Serambi depan Masjid Agung Demak berbentuk bangunan terbuka dengan tiang-tiang ukiran yang memiliki bentuk menarik sebagai penyangganya. Disana juga terdapat dua bedug dengan ukuran 3,5 x 2,5 m. Masjid dengan arsitektur nusantara yang khas ini mempunyai atap limas bersusun tiga yang berbentuk segitiga sama kaki. Atap masjid berbentuk limas ini memiliki makna yaitu bahwa seorang beriman perlu menapaki tiga tingkatan penting dalam keberagamaannya, yaitu : iman, islam, dan ihsan.
Bagian pintu masjid memiliki lima buah pintu yang bermakna rukun islam yaitu syahadat, shalat, puasa, zakat dan haji. Sementara rukun iman tercermin dari jendela masjid yang memiliki enam buah jendela.
Masih ada
hubungannya dengan masjid. Dalam sebuah masjid semestinya terdapat beberapa
alat maupun perlengkapan masjid yang tersedia. Salah satunya yaitu jam digital
masjid. Dalam penggunaan jam digital masjid sebelumnya pastilah di setting terlebih
dahulu buan? Nah, dalam setting jam
digital masjid ini juga menggunakan alat sendiri, yakni remote. Cara setting
jam digital masjid dengan remote ini tidak semua orang bisa, jadi bagi kalian
yang ingin mengetahui cara setting jam digital masjid dengan remote atupun
kalian ingin mengetahui produk jam digital masjid kami dapat kalian kunjungi
website kami di www.jadwaldigital.com
Sumber::

Komentar
Posting Komentar